Pemkot Tak Memaksa Pedagang

SEMARANG & SEKITARNYA

10 Mei 2008
Pemkot Tak Memaksa Pedagang

  • Revitalisasi Pasar Johar

SEMARANG- Wali Kota Sukawi Sutarip mengatakan, tidak akan memaksa pedagang kawasan Pasar Johar dan sekitarnya melaksanakan revitalisasi.

’’Bila pedagang tidak mau, ya terserah mereka,’’ katanya Jumat (9/5). Menurut dia, Pemkot sudah berupaya melibatkan pedagang dalam setiap kebijakanPemkot. Orientasi yang dijalankan dalam revitalisasi, mengarah pada upaya pembenahan.

Pemkot berjanji memberi subsidi bagi pedagang kecil, bahkan tidak akan menarik pungutan khusus yang tidak mampu. Bila ada penolakan, maka berarti tidak ada investasi.

Era globalisasi akan masuk, sementara pergerakan ekonomi masyarakat dituntut untuk melaju. Bila ekonomi masyarakat bergerak, maka mereka bisa mendapat keuntungan dari usaha mereka.

Saat ini pemodal besar sudah hadir dengan pusat-pusat perbelanjaan modern. ’’Mereka (pedagang Johar-Red) akan kalah dengan pasar modern,’’ katanya.
Bila revitalisasi dijalankan, Pemkot membidik lahan yang kini menjadi Kanjengan, Pasar Yaik, serta PKL.

Sementara di Pasar Johar hanya ada penataan pedagang, tidak membongkar bangunan karena keberadaannya dilindungi undang undang sebagai bangunan cagar budaya.

Menurut penghitungannya, tidak akan membebani pedagang bila menempati bangunan pasar baru. Mereka hanya dibebani biaya konstruksi, bukan biaya ekonomis bangunan.

Terkait dengan anggapan pedagang bahwa Pemkot sudah tidak mau lagi membenahi saluran air yang menyebabkan pasar tergenang rob, Sukawi hanya mengatakan, ’’Itu suudzan saja.’’

Pantauan Suara Merdeka, saat ini Pasar Johar dikepung rob, terutama pada sore hari. Hal itu bisa dilihat di Jl H Agus Salim (persis depan Pasar Johar), serta lorong-lorong Pasar Johar maupun Pasar Yaik Permai. Sebagian pedagang yang menjadi korban rob berupaya dengan meninggikan lantai agar usaha mereka tetap berjalan.

Tidak Gegabah

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Pemberdayaan BUMD, dan Aset Daerah (BKPM-PB dan A) Kota, Harini Krisniati mengatakan, revitalisasi tidak hanya menyangkut Pasar Johar, melainkan kawasan sekitar itu.

Kebijakan itu didasari kenyataan, kondisi kawasan Pasar Johar yang semrawut dan memerlukan penataan.’’Bangunan Pasar Johar, yang memiliki nilai sejarah tinggi, pasti tidak akan diutak-atik,’’ kata Harini.

Dipaparkan, tanpa ada penataan sama sekali, kawasan itu akan tidak berkembang dan mati. ’’Pada prinsipnya, Pemkot mengupayakan solusi agar Pasar Johar tetap hidup dan tidak tertinggal dari kawasan-kawasan lainnya.’’

Dia menambahkan, Pemkot tidak mungkin serampangan melakukan pembangunan, apalagi pembongkaran Pasar Johar. Sebab, seluruh aktivitas revitalisasi yang dilakukan harus mengacu pada Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). ’’Saat ini, RTBL telah selesai disusun oleh Bappeda dan sedang disiapkan SK Wali Kotanya.’’ (H22,H9-18)
SHARE

About Blogger

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: