Dalam Sebulan, 10.000 unit Rumah Murah Dibangun di Sulsel

Ketua DPD REI Sulsel
Ketua DPD REI Sulsel, Arief Mone (Foto: Tribun/Arni)
Rumah bersubsidi merupakan salah satu terobosan yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi kurangnya pasokan rumah khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Indonesia. Melalui pembangunan rumah bersubsisi, pemerintah memberikan beberapa kemudaham bagi pengembang sehingga banyak yang tertarik untuk terjun ke sektor tersebut. 

Di Sulawesi Selatan, program pemerintah tersebut juga disambut dengan antusias oleh para pengembang. Sampai dengan triwulan 1-2016 sudah ada 3000 unit rumah bersubsidi yang dibangun sehingga rata-rata dalam satu bulan terdapat pembangunan 1000 unit rumah bersubsidi. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Sulsel, Arief Mone kepada Tribun Timur, Rabu (25/5/2016). 

"3.000 unit ini sudah terbangun dan siap huni. Dibangun mulai awal tahun 2016 atau sesuai dengan target masa pembangunan tiga bulan," jelasnya.

Pencapaian pembangunan rumah bersubsidi dalam triwulan I ini sebenarnya masih jauh lebih kecil dibandingkan target hingga akhir tahun 2016 yaitu sekitar 20 ribu unit rumah murah. Beberapa hal yang menjadi kendala antara lain: cuaca yang tidak menentu serta proses pencairan cashflow perusahaan yang masih lambat di awal tahun. 

Sebagaimana diketahui, pemerintah saat ini sedang giat-giatnya menyediakan rumah murah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui FLPP atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Rumah. Program ini merupakan program hasil kerjasama antara pemerintah dan beberapa bank di Indonesiadengan tujuan untuk meringankan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang berkeinginan untuk memiliki rumah pribadi layak huni. Dengan demikian, MBR bisa memiliki rumah layak huni dengan nilai DP ringan dan cicilan flat selama jangka waktu pelunasan yang telah disepakati.

(sumber: www. makassar.tribunnews.com)
SHARE

About Blogger

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: