Tips Memilih Pagar Rumah

Tips Memilih Pagar Rumah


Memilih Pagar Rumah
Pagar rumah merupakan salah satu bagian yang memberikan kelengkapan dari sebuah bangunan rumah. Selain untuk menjaga keamanan rumah dari hal-hal yang tidak diinginkan, pagar juga bisa mempercantik dan memperindah tampilan sebuah rumah. Pemilihan pagar rumah yang tepat akan membuat penampilan rumah lebih indah dan serasi.




Fungsi Pagar Rumah
Secara umum, pagar rumah memiliki beberapa fungsi, antara lain:
  1. Untuk keamanan. Yaitu untuk melindungi rumah kita dari tindak kejahatan yang dilakukan orang lain
  2. Untuk mencegah masuknya binatang-binatang yang tidak diinginkan. Salahsatu fungsi pagar agar untuknmenjaga agar jangan sampai ada hewan/ binatang yang tidak kita inginkan untuk masuk ke dalam lingkungan rumah kita.  Oleh karena itu diperlukan pagar yang rapat dan tinggi.
  3. Untuk Menahan Paparan Angin. Angin bisa menjadi masalah apabila langsung bertiup ke arah rumah kita. Oleh karena itu perlu adanya barier/ penghalang sehingga angin yang datang tidak terlalu kencang.
  4. Sebagai pembatas lahan. Sebenarnya fungsi utama pagar yaitu sebagai pembatas lahan kita dengan lahan tetangga-tetangga di sekitar kita.
  5. Untuk memperindah penampilan rumah. Pagar rumah menjadi titik poin pertama yang terlihat dari luar yang bisa menampilkan kesan perdana bagi orang yang melihat. Oleh karena itu pagar bisa difungsikan sebagai elemen yang memperkuat desain sebuah bangunan
  6. Untuk menutup pandangan dari luar rumah. Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah privasi. Salah satu ha yang digunakan untuk menyimpan privasi bagi penghuni rumah adalah pagar yang bisa menghalangi orang untuk melihat secara kangsung aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh penghuni rumah.

Jenis-Jenis Pagar Rumah
Berdasarkan bahan penyusunnya, jenis-jenis pagar dapat dibedakan menjadi:
1.    Pagar Tanaman
Pagar yang terbuat dari tanaman akan memberikan kesan alami, sejuk dan indah . Agar tampak artistik, setelah pucuk tumbuh bertunas, tanaman kemudian diatur dan dipangkas hingga membentuk "bangunan" yang cantik. Ada pula pagar tanaman yang berbunga, mekar, hingga menampilkan kesan semarak dan energik

2.  Pagar Batu Alami
Pagar yang terbuat dari batu akan memberikan kesan alami. Pagar yang terbuat dari batu alam cocok dipadukan dengan berbagai gaya rumah dan material lain.

3. Pagar Kayu.
Pagar kayu memberikan kesan alami dengan menonjolkan teksur serat dan warna alami dari kayu itu sendiri, dan pilihlah kayu yang tahan cuaca dan lapuk, sehingga kayu pun akan lebih awet. Disini kayu bisa diaplikasikan dengan variasi batu alam pada sisi penyangga samping maupun diatas pondasi dan juga untuk perangkai kayunya kita bisa mengkombinasi dengan besi tempa sehingga akan terkesan kokoh, alami namun berkelas.

4. Pagar Beton
Pagar Beton banyak dipilih dengan alasan akan terlihat sangat kokoh jika dilihat. Apabila dikombinasikan dengan tekstur dari batu alam, pagar beton akan terkesan alami tidak terlihat kaku tanpa mengurangi kesan kuat dan kokoh. Agar pagar beton lebih awet, sebaiknya menggunakan beton bertulang , terutama bagi yang bertempat tinggal di daerah gempa.

5. Pagar Besi biasa
Pagar besi biasa menggunakan bahan dari besi polos seperti pipa, plat, kanal (C dan H), serta besi siku. Pagar ini cocok untuk rumah bertipe minimalis karena coraknya juga berkesan minimalis, tanpa banyak variasi.  

7.    Pagar Besi Tempa
Pagar besi tempa juga banyak diminati  karena kuat dan terlihat berkelas. pagar besi yang bahan dasarnya sudah ditempa dari besi polos menjadi besi plintir (putar) ini bisa dibentuk menjadi berbagai macam corak dengan meniru tumbuh-tumbuhan atau bentuk lain yang menarik. Agar tampak alami, pagar dari besi tempa perlu dikombinasikan dengan material yang lain seperti kayu atau beton yang dilapisi dengan batu alam. Pagar jenis ini biasa digunakan untuk rumah-rumah yang bagus dan besar serta mewah.

Tips memilih Pagar untuk Rumah  
Untuk memilih pagar rumah, ada banyak hal yang perlu kita perhatikan, antara lain: 
  • Menentukan ukuran tingi pagar. Tahap awal dalam memilih jenis pagar yaitu menentukan tinggi pagar yang akan kita gunakan. Tinggi pagar sebenarnya disesuaikan dengan fungsi utamanya, tapi tetap harus mengutamakan estetika dan aturan-aturan yang berlaku. Di perumahan dengan tipe cluster, biasanya pagar hanya sebagai estetika dan tidak terlalu tinggi, beda hanya di lokasi lain dengan keamanan kurang terjamin. Akan tetapi di tempat-tempat tertentu, tinggi pagar bisa berpengaruh secara psikologis karena menciptakan jarak dengan rumah-rumah lain disekitarnya. Menyesuaikan desain pagar dengan desain bangunan rumah. Ada berbagai macam desain rumah seperti desain minimalis, country, klasik, mediterania, victoria, dan masih banyak lagi. Ada baiknya Anda menentukan desain rumah terlebih dahulu setelah itu menentukan desain pagar.
  • Memperhatikan ukuran rumah. Apabila bangunan rumah Anda memiliki ukuran mungil dan sederhana, Anda bisa memilih pagar yang memiliki tinggi tidak lebih dari 1.2 meter. Namun, apabila memiliki bangunan rumah yang besar maka menggunakan pagar yang tinggi, dan besar sangat disarankan. Hal ini untuk menjaga keserasian dan proporsionalitas antara bangunan dan pagar rumah Anda.
  • Menggunakan  material pagar yang tepat. sebagaimana disinggung di atas, material pagar umumnya terbuat dari tanaman, kayu, besi cor, besi hollow, batu hias, dan stainless. Kebanyakan orang menggunakan bahan besi, sedangkan untuk pagar yang mempunyai banyak motif, bentuk, atau model biasanya orang menggunakan kombinasi dari semua material tersebut. 
  • Menggunakan pilihan warna yang pas. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dala memilih pagar adalah pemilihan warnanya. Untuk pemilihan warna sebaiknya dipadukan dengan warna rumah serta lingkungan di sekitarnya. Bagi rumah minimalis. Ada baiknya menggunakakan warna abu-abu, hitam dan silver atau warna lain seperti merah bata, biru tua dan hijau untuk memunculkan kesan sejuk dan dingin. Untuk mempertegas kesan unik dan minimalisnya, kita bisa memadukan warna pagar menggunakan 2-3 warna yang kontras.

SHARE

About Blogger

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: