Semarang Jangan Cuma Kaya Slogan

27 Juli 2010
Semarang Jangan Cuma Kaya Slogan
Wali Kota Janjikan Perubahan
BALAI KOTA - Program Semarang Setara yang dicetuskan Wali Kota Soemarmo HS hendaknya segera ditindaklanjuti dengan sebuah implementasi yang dituangkan dalam Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dalam rancangan tersebut, program Pemkot menjadi konkret, dengan indikator jelas dan terukur.

Anggota FPKS DPRD Kota Semarang Ari Purbono mengatakan, dirinya menyambut baik program tersebut. ’’Secara permukaan sangat bagus, tetapi realisasinya bagaimana, lantas apa yang dicapai belum ada kejelasan. Makanya RPJMD itu sangat perlu segera dibuat,’’ kata dia, Senin (26/7).

Tolok ukur arah program pembangunan ada di RPJMD. Termasuk akan adanya program dam lepas pantai, juga sikap Pemkot mengenai keberadaan Bandara Ahmad Yani semuanya harus terjawab dalam rencana lima tahunan itu.

’’Jangan sampai muncul istilah Semarang kaya akan slogan. Mengingat pemerintah dulu rajin buat slogan, mulai Semarang Pesona Asia (SPA), kota jasa dan perdagangan, Semarang Bergandeng Tangan, Semarang Berbagi Kasih. Juga kota metropolitan yang religius. Lama-lama bisa masuk Muri,’’ ungkapnya.
Perubahan Terpisah, Wali Kota Soemarmo saat mengikuti kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Bandung menyatakan, selama lima tahun pemerintahannya program Semarang Setara harus direalisasikan. Secara detail disebutkannya, fokus penyetaraan yang akan dilakukannya meliputi bidang infrastruktur, kebersihan, tata kota, keindahan, dan ketertiban.

’’Harus ada perubahan untuk maju. Konsep tata kota yang bagaimana, sekarang sedang kami kaji. Terpenting pula soal perijinan, sudah selayaknya ada kemudahan bagi investor. Nanti saya akan banyak studi banding ke daerah lain dalam hal membenahi kota,’’ kata Soemarmo.

Disebutkan dalam hasil survei yang dilakukan oleh pengusaha nasional Sandiaga S Uno, Semarang sangat jauh tertinggal dibanding kota-kota besar lainnya. Dalam urusan kemudahan investasi saja di urutan 13 dari 14 kota metropolitan.

Tentu saja Soemarmo bertekad mengubah penilaian itu. Disinggung pula soal rencana penataan kawasan, untuk Pahlawan II (Taman KB) dan Jl Pandanaran II (Tri Lomba Juang) akan diubah. Kawasan tersebut akan menjadi sentra yang layak untuk tempat hiburan warga selain Simpanglima.

Pelibatan investor memang diperlukan, namun dilihat besar kecil soal penataan itu. ’’Kalau kecil tidak usah (investor), cukup dari kami saja,’’ tandasnya. (H21,H37,H22-67/suara merdeka)
SHARE

About Blogger

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: